Sahabat,
mungkin kau akan sedikit mengerutkan kening,
ketika bilamana,
-di tengah kesibukanmu melihat ikan yang lomba berenang mengikuti arah kapalmukau menyempatkan diri mengambil beberapa dedaun cokelat yang diterbangkan angin
atau memandang lepas pada satu garis linear biru tak berujung
atau menatap ke atas tirai hitam bertabur bintang tak berbatas- itu,
jatuh di atas dek kapal yang membawamu ke timur Indonesia kita,
lalu membacanya.
Maka mari kita bersabar menunggu berlalu satu purnama.
lalu akan kuceritakan apa yang ingin kau dengar.
yang tentu saja, dibolehkan juga olehnya untukku menceritakannya kepadamu.
Maka saat itu,
kau juga harus mengabarkan segala yang kau tatap
yang membuat hatimu membesarkan nama Tuhan Kita ke seluruh penjuru cakrawala.
saat itu, kau harus menceritakannya kepadaku apa yang tak sempat kutahu.
Maka mari kita tunggu satu purnama berlalu.
ini dia, selamat menatap Raja Ampat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar