Jumat, 22 Maret 2013

Perjalanan hari kedua

Kata Bapak, ini beberapa ribu kilometer di atas lautan.
India. Feb 16, 2013.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Jika salah seorang sahabatku pernah mendeskripsikan padamu tentang betapa indahnya matahari terbenam di horizon di atas lautan,
Maka, sekarang mungkin telah tiba waktuku menceritakan padamu betapa cantiknya matahari terbit di horizon pula,
Dari atas awan.

Perjalananhari ke-2.

Tunggu. Tunggu sebentar.
Ada yang ingin sedikit kugarisbawahi di sini.

Kawan, aku hampir-hampir sungguh tak peduli
jika engkau sering menilaiku berlebihan dalam menikmati sesuatu.
Seperti yang mungkin telah kau tebak: begini aku akan mengelak:
lebih-kurang, cantik-buruk, indah-biasa saja, dan segala rupa kata sifat yang kita tahu, menurutku adalah mereka mempunyai sifat yang sama sebagaimana waktu: relatif adanya.

Maka bagaimana kau mensifati caramu memandang hidupmu, sama sekali bukanlah kendaliku.
Begitu pula sebaliknya, menurutku.
Perkara kau setuju atau tak setuju, aku merasa tak perlu tahu.
Terima kasih, ngomong-ngomong, kau masih mau berteman denganku. :)
Semoga Allah memberi taufik, hidayah, dan rahmat kepadamu.
Kepada kita. 
aamiin.
Ah, sampai dimana kita tadi? Matahari dan horizon ya?
Pagi ini, subuh ini, aku terbangun dari atas Kuwait Airlines dengan badan sedikit kaku-kaku. :)
Alhamdulillah Allah masih memberikan kenikmatan beristirahat untukku, bapak, dan para rombongan jemaah umroh yang lain.
Sudahkan kuceritakan kepadamu awal mula perjalanan bertamu ini?
Ah, makin panjang saja nanti. mungkin lain kali ya, insyaAllah.

Kawan, siapalah yang tak haru jika berkesempatan bertamu ke rumah Yang Meliputi Segalanya? Sumber rindu dari segala rindu?

Selepas bertayamum lalu shalat Fajr dan Subuh, sejenak aku melepas penat dengan jalan-jalan di atas pesawat. haha. ketauan banget ya susah diemnya. :D
Mayoritas 'tirai' jendela kabin masih tertutup. Beberapa jemaah haji masih terbuai mimpi. Melangkah ke depan, kutemukan kursi eksekutif kosong melompong. Tak membiarkannya mubadzir, duduk manislah aku disana.

Ah, rupanya Allah ingin menatapkan mataku pada setengah jam yang indah rupa-rupa.

Hitam. Biru tua. Biru muda. Putih lamat-lamat. Kuning. Oranye. Lalu jingga.
itulah warna yang tampak di mataku dari atas horizon lepas Subuh ini.
Subhanallah.. Lengkaplah sudah inginku yang kadang terlupa: melepas subuh dan menjelang maghrib dari atas awan.
Maka syukur Alhamdulillah berkali-kali terucap. Senja kemarin Allah menampakkan indahnya jingga yang tegas pada lukisan lepas pandangNya. Subuh ini pun rupanya tertakdir begitu. Aku masih seperti biasa: menulis, bercerita kepadamu, dan kepada diriku di masa esok,  sambil menyesap teh manis beraroma tak biasa yang terhidang di tempat yang tak seperti biasa. pada sebuah perjalanan. yang sungguh luar biasa.

Alhamdulillaah..


Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Semua yang ada di bumi itu akan binasa.Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Q.S. [55:17] - [55:28]