Senin, 05 November 2012

Draft

Ren, ada 6 buah draft tulisan yang belum tau endingnya bakal tetap jadi draft atau nanti reni baca.

Kadang aku mikir ya ren.
dulu kalo sama bu irin kan diajarin tentang penggunaan much dan many.
Kadang, -secara sangat amat tidak ilmiah-, buat aku rasanya much sama many ini pemakaiannya relatif.
Menurutku, bisa dihitung atau tidaknya sesuatu buat seseorang itu bisa jadi dipandang berbeda. engga mutlak.

Kayak 'cerita'.
Buat aku ya ren,
kayaknya 'cerita' -yang dituliskan maupun yang dilisankan- itu akan memilih much ketimbang many sebagai pairing wordnya dalam kalimat.
tidak dapat dihitung. tidak terhitung.
kait mengait kayak anyaman yang terus dianyam.
sampai..
sampai kapan ya ren?
mungkin sampai hidup selesai.
yang siapa tau sampai kapan itu?

eh ini kenapa dari ngomongin draft yang engga selesai-selesai, jadi ngomongin hidup ya ren?
haha
kayaknya gara-gara aku kangen bu irin deh.
atau gara-gara kangen pas les di bu irin?
atau karena kangen sama siomay yang hampir selalu aku beli sebelum les bu irin buat ganti makan siang?
*yak makin jauh dari duduk perkara. *eh emangnya perkara bisa duduk ren? *cukuuuup sekian ca, silakan turun dari podium sebelum dilemparin pepaya sama reni. :D
haha.

sekarang ini hampir sore di Bandung.
habis ini aku mau les Toefl. sama orang luar negeri ren. ibunya agak galak. haha. tapi gapapa yang penting belajar ya ren.

kira-kira berapa sore dari sekarang kita bisa ketemu ya ren?
jadi inget tulisanku tentang 'sore' di 'rumah'ku yang satunya :

http://www.facebook.com/notes/ustica-haedy-riastuti/sore/10150966088095814
kita bisa merasakan alam dari arah mana saja kan ren? Bisa jadi suatu hari kita akan menikmati matahari terbit dari Bromo sambil mengomentari uap teh melati yang mudah sekali dingin di sana. *seperti yang kita kagumi pada tulisan dan foto berbicara kawanmu itu*. Bisa jadi suatu senja nanti kita akan duduk di tepi pantai, sambil minum es kelapa yang daging kelapanya begitu sulit diambil dari dalam tempurung berisi airnya yang segar. lalu menertawai diri kita sendiri. Atau bisa jadi kita akan menikmati apapun warna alam, -tidak bersama-sama- dari balkon rumah kita masing-masing. entah siapa yang membersamai kita kelak. Sedemikian rupa Allah menciptakan alam memang untuk kita syukuri ya ren. Apapun keadaannya. Dan tentu saja. kita boleh memaknainya dengan cara yang berbeda-beda. terserah bagaimana hati kita punya rasa.

Selamat sore Reni. sip2 aku siap siap les dulu yaa.. :))
ren, ren.. aku bisikin salah satu resolusi baruku buat tahun 2013 yaa.. ;) Bareng Reni.
Coba tebak. ;D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar